Jurnal1Jambi.Com,– MUARO JAMBI- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi telah menghanguskan ratusan hektare wilayah sejak April lalu. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mengungkapkan bahwa sepanjang April hingga awal September 2024, telah terjadi sekitar 52 kasus Karhutla.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Ardanus, menjelaskan bahwa kebakaran yang melanda wilayah ini mengakibatkan kerusakan pada lahan seluas 114,32 hektare. Kasus Karhutla ini hampir terjadi di setiap kecamatan di Muaro Jambi.”

“Total area yang terbakar mencapai lebih dari seratus hektare,” ungkap Ardanus.

Ardanus menyebutkan bahwa kebakaran melibatkan baik lahan milik masyarakat maupun lahan perusahaan.Mayoritas lahan yang terbakar adalah milik masyarakat. Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar,” tambahnya.

Pihak BPBD juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan tidak menggunakan metode bakar untuk membuka lahan, mengingat dampak besar yang ditimbulkan dari kebakaran hutan ini.

Kebakaran yang melanda Muaro Jambi telah menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kerusakan lingkungan dan potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat serta ekosistem setempat.Upaya penanggulangan dan pencegahan terus dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini secara efektif.

Dengan adanya data yang mencerminkan luasnya area yang terbakar, BPBD berharap agar semua pihak dapat berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di masa mendatang. (Noval)

share this :