Jurnal1Jambi.com,- Jambi menjadi saksi langkah konkret Polri dalam menghadirkan keadilan sosial berbasis gizi. Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, meresmikan Sentra Pelayanan Pertumbuhan Gizi (SPPG) Polda Jambi, Kamis (17/7/2025), sebagai bagian dari inisiatif nasional mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Hadir mendampingi, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, serta unsur Forkopimda dan Bhayangkari Daerah Jambi. Ini bukan sekadar peresmian; ini adalah penanda arah baru: negara hadir sejak sarapan pertama.

Usai peresmian, rombongan langsung meninjau kesiapan fasilitas dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar sekolah-sekolah di sekitar wilayah SPPG. Salah satu yang dikunjungi adalah SD Negeri 06 Sungai Asam—tepat di samping SPPG. Di sana, Kapolda dan Ketua Bhayangkari membagikan langsung makanan bergizi kepada para siswa. Tak hanya membagi, tapi juga mengevaluasi. Karena setiap program harus diuji, dikritisi, dan diperbaiki, agar tak sekadar seremonial tapi benar-benar berdampak.

“Ini bukan formalitas. Ini adalah bentuk keseriusan kami menyentuh masa depan anak-anak lewat pemenuhan kebutuhan dasar mereka,” tegas Irjen Pol. Krisno. Dalam keterangannya, ia menyebut saat ini telah dibangun lima SPPG, dan ke depan seluruh Polres akan memiliki layanan serupa. Ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto—membangun manusia Indonesia sejak dini, dari aspek gizi, bukan hanya infrastruktur.

Pada tahap awal, SPPG ini akan melayani 16 sekolah dari TK hingga SMA, dengan total 3.312 siswa sebagai penerima manfaat. Hari itu saja, tak kurang dari 650 porsi MBG didistribusikan. Sebuah angka yang mungkin kecil di atas kertas, tapi besar maknanya bagi anak yang hari itu bisa belajar tanpa perut kosong. Karena gizi bukan soal perut semata, tapi soal otak, potensi, dan masa depan yang tak boleh timpang.

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, pun menyampaikan apresiasi lugas. Ia menyebut langkah Polda Jambi sebagai contoh kolaborasi antara unsur negara dan masyarakat. “Terima kasih atas kerja nyata yang mendukung prioritas nasional. Mari semua pihak—pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat—ikut bertanggung jawab menjaga keberlanjutan program ini,” ujar beliau. Karena pembangunan bukan kerja satu institusi. Ia adalah orkestrasi kepedulian bersama.

Kegiatan ditutup dengan konferensi virtual bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang meresmikan serentak 27 SPPG se-Indonesia. Dalam arahannya, Kapolri menyuarakan pesan fundamental: Polri bukan hanya pelindung, tapi pelayan kemanusiaan. “Kami ingin hadir nyata dalam kehidupan rakyat. SPPG adalah bentuk nyata negara memeluk warganya sejak kecil—bukan saat butuh suara, tapi saat mereka butuh gizi.” Suara tegas yang menandai bahwa kehadiran negara tak melulu lewat senjata, tapi bisa juga lewat sepiring nasi bergizi.

share this :