Jurnal1Jambi.com,- Muara Limun, 30/06/2025 – Ketahanan pangan bukan hanya soal pasokan, tapi soal siapa yang mau turun ke lumpur. Di Desa binaannya, Babinsa Koramil 02/Muara Limun Kodim 0420/Sarko, Sertu Subagio, turun langsung ke sawah mendampingi petani dalam meninjau kondisi tanaman padi sebagai bagian dari program unggulan nasional Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai).

Pendampingan ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Babinsa hadir sebagai mitra kerja petani, sejak pengecekan bibit hingga musim panen tiba. “Kalau ada hama atau kendala, kita tangani sejak dini agar tidak berdampak ke hasil panen,” ujar Sertu Subagio, yang tampak akrab berdiskusi dengan petani di tengah hamparan sawah.

Peran Babinsa dalam sektor pertanian merupakan implementasi nyata dari sinergi pertahanan dan ketahanan pangan. Negara tak cukup dijaga dengan senjata, tapi juga dengan cangkul dan semangat gotong royong di desa. Inilah bentuk bela negara yang paling sunyi tapi paling berarti: menjaga perut rakyat agar tak kosong.

Program pendampingan ini selaras dengan misi pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan. Babinsa bertindak sebagai katalisator, penggerak semangat, sekaligus pengawas lapangan agar setiap tahapan pertanian berjalan sesuai harapan. Bukan hanya menjaga keamanan desa, tapi juga memastikan lumbung pangan tetap terisi.

Dengan pendampingan terpadu seperti ini, hanpangan (ketahanan pangan) bukan lagi sekadar jargon program. Ia menjelma jadi tindakan nyata yang bisa diukur hasilnya: sawah yang subur, petani yang tersenyum, dan bangsa yang lebih mandiri dalam urusan perut. Karena tanah air tak akan kuat jika petaninya dibiarkan berjuang sendiri.

share this :