Jurnal1Jambi.Com,- MUARO JAMBI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mulai memetakan wilayah yang rawan banjir sebagai langkah mitigasi bencana. Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya debit air Sungai Batanghari akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, BPBD juga tengah menyiapkan berbagai perlengkapan guna menghadapi kemungkinan terjadinya banjir di wilayah tersebut.
Sekretaris BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Dodi Dorista, mengungkapkan bahwa saat ini Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batanghari telah mencapai 13,95 meter, melebihi batas elevasi siaga III. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD telah mendirikan posko siaga di kantor BPBD Muaro Jambi sebagai pusat koordinasi dan tanggap darurat. Status bencana hidrometeorologi di Kabupaten Muaro Jambi saat ini masih berada pada level siaga bencana dan akan terus dipantau hingga 11 Maret 2025.
Sebagai bagian dari langkah antisipasi, BPBD telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rentan terdampak banjir. Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat ratusan desa dan kelurahan di berbagai kecamatan yang masuk dalam kategori rawan banjir, terutama di wilayah yang berada di sekitar aliran Sungai Batanghari. BPBD juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan guna memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir.
Dodi Dorista mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai, agar tetap waspada dan mengurangi aktivitas di sekitar sungai untuk menghindari risiko. Ia juga meminta warga segera melaporkan kejadian banjir kepada BPBD Kabupaten Muaro Jambi agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Adapun wilayah yang teridentifikasi rawan banjir mencakup Kecamatan Mestong (7 desa), Kecamatan Sungai Bahar (3 desa), Kecamatan Bahar Selatan (7 desa), Kecamatan Bahar Utara (4 desa), Kecamatan Kumpeh Ulu (17 desa), Kecamatan Sungai Gelam (4 desa), Kecamatan Kumpeh (17 desa dan kelurahan), Kecamatan Taman Rajo (10 desa), Kecamatan Maro Sebo (8 desa), Kecamatan Jambi Luar Kota (15 desa), serta Kecamatan Sekernan (12 desa dan kelurahan).
(Noval)












