Jurnal1jambi.com — Kerinci – Ketua Umum Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi, Erfan Indriyawan, S.P., menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait kondisi menyusutnya air Danau Kerinci. Ia menilai fenomena tersebut tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan faktor pendangkalan, melainkan perlu dilihat secara lebih komprehensif, termasuk kemungkinan dampak operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci.
Menurut Erfan, penurunan debit air danau diduga berkaitan dengan pengambilan air dalam jumlah besar dan berlangsung secara terus-menerus untuk kebutuhan turbin pembangkit. Kondisi ini, kata dia, berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem danau yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.
Ia menegaskan bahwa narasi pendangkalan yang kerap disampaikan tidak boleh menutup ruang kajian terhadap faktor lain yang dinilai lebih dominan. “Perlu ada keterbukaan dan evaluasi menyeluruh agar masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai penyebab utama menyusutnya air Danau Kerinci,” ujarnya.
Erfan juga mengingatkan bahwa Danau Kerinci memiliki nilai strategis, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Karena itu, setiap kebijakan atau aktivitas yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan danau harus dikaji secara cermat dan bertanggung jawab.
Meski demikian, AWaSI Jambi menilai kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui langkah konkret pemerintah daerah. Evaluasi terhadap tata kelola sumber daya air, termasuk dampak operasional PLTA, dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian Danau Kerinci.
Sebagai bentuk kepedulian publik, AWaSI Jambi menyatakan akan menggalang aspirasi masyarakat secara damai. Organisasi tersebut berencana mengajak masyarakat Kerinci di Kota Jambi untuk menyampaikan pandangan dan harapan kepada pemerintah provinsi serta DPRD, demi memastikan kelestarian Danau Kerinci tetap terjaga.












