Jurnal1jambi.com,— Semarang, Minggu, 19/10/2025 — Dalam arus deras informasi yang kian cepat dan tak jarang kabur batasnya antara fakta dan opini, Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia (IWJRI / Kawan Jari) bersama PT Kawan Jari Grup meluncurkan langkah strategis: Pelatihan Wartawan Bersertifikat Profesional melalui program Certified Journalist of Kawan Jari (CJKJ) Batch 1. Diselenggarakan secara daring lewat Google Meet, pelatihan ini diikuti wartawan dari berbagai penjuru Indonesia dengan semangat yang sama—menegakkan kredibilitas, etika, dan tanggung jawab sosial pers.

Ketua Umum IWJRI sekaligus Direktur Utama PT Kawan Jari Grup, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan sebuah gerakan moral untuk mengembalikan marwah jurnalistik. “Kami ingin mencetak wartawan yang tidak hanya piawai menulis, tetapi juga tangguh secara etika dan hukum. Karena menjadi jurnalis bukan sekadar menyalurkan informasi—melainkan menjaga nurani publik,” ujarnya penuh keyakinan.

Empat narasumber andal dihadirkan dalam pelatihan ini, antara lain Adv. Dwi Heri Mustika, S.H., M.H., Gita Kusuma Mega Putra, A.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., Ari Bagus Prananta, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., dan Narwan Riyadi, yang masing-masing membawakan materi mulai dari Dasar-Dasar Jurnalistik, UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Peran Wartawan sebagai Sosial Kontrol, hingga Teknik Wawancara dan Penulisan Berita. Materi yang dikemas padat dan aplikatif ini dirancang agar wartawan tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu bertahan di lapangan dengan prinsip dan presisi.

Sekretaris Jenderal IX IWJRI sekaligus Redaktur KawanJariNews.com, Narwan Riyadi, menyoroti tantangan besar di era digital: derasnya arus informasi yang seringkali tak disertai verifikasi. “Teknologi boleh mempercepat berita, tapi integritas tetap jadi rem moral seorang jurnalis. Wartawan profesional adalah mereka yang berani berhenti sejenak untuk memeriksa kebenaran sebelum menekan tombol publikasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Narwan menambahkan bahwa literasi digital kini menjadi nadi baru bagi dunia pers. “Menulis cepat bukan lagi prestasi, tapi menulis benar itulah kehormatan. Wartawan harus jadi penjaga kebenaran, bukan corong kepentingan,” ujarnya tajam. Pernyataan itu seolah menggema di tengah keresahan banyak pihak terhadap maraknya berita bohong dan pemberitaan yang terdistorsi oleh algoritma media sosial.

Melalui CJKJ Batch 1, IWJRI dan PT Kawan Jari Grup bertekad menanamkan kesadaran baru: bahwa profesionalisme pers bukan hanya tentang keahlian teknis, melainkan keberanian moral untuk menegakkan kebenaran. Donny Andretti menutup kegiatan dengan pesan reflektif, “Kami ingin wartawan IWJRI menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah pers. Karena di tangan wartawan yang berintegritas, demokrasi bisa bernapas panjang.”

share this :