Jurnal1jambi.com,— JAMBI — Dari sekian banyak akademisi di Provinsi Jambi, satu nama kembali menorehkan sejarah di kancah ilmiah dunia. Dr. Akhmad Habibi, dosen Universitas Jambi, berhasil masuk dalam daftar Top 2% World Scientist berkat kiprahnya yang telah menorehkan lebih dari 130 publikasi ilmiah terindeks Scopus. Sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga dunia akademik Jambi secara keseluruhan.
Dalam perbincangannya bersama awak media, Dr. Habibi menuturkan bahwa capaian ini bukan diraih dengan jalan mudah. Ia menyebut setiap langkah menuju puncak kesuksesan selalu ditempa oleh kesabaran, niat tulus, dan ketekunan yang tak pernah padam. “Semua niat dan kesabaran, insyaallah akan membawa pada kesuksesan,” ujarnya penuh keyakinan, Selasa (7/10/2025).
Ia mengisahkan, penghargaan bergengsi ini diberikan berdasarkan tingkat sitasi dan produktivitas publikasi ilmiah yang tinggi. Dua indikator yang menjadi barometer kualitas riset global. “Pengalaman ini sangat berharga bagi saya, apalagi penghargaan ini datang dari dua lembaga internasional yang menilai tinggi sitasi dan publikasi,” jelasnya dengan mata berbinar.
Menariknya, dari sekitar 200 peneliti Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, Dr. Akhmad Habibi menjadi satu-satunya perwakilan dari Universitas Jambi. Ia menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa semangat penelitian di daerah juga bisa bergaung hingga ke panggung dunia. “Bagi yang ingin melihat profil riset saya, bisa langsung mencari nama saya di Scopus. Semua karya dan publikasi saya tercantum di sana,” ujarnya dengan rendah hati.
Tidak hanya berhenti pada pencapaian pribadi, Dr. Habibi juga mengajak para akademisi muda Jambi untuk berani bermimpi dan berkolaborasi. “Saya berharap dosen-dosen muda bisa aktif membangun jejaring dengan peneliti luar negeri. Sekarang kolaborasi bisa dimulai hanya dengan sebuah email atau pesan singkat,” tuturnya, menyiratkan optimisme khas pendidik sejati.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hasil kerja tunggal. Ada dukungan besar dari berbagai pihak, termasuk Rektor Universitas Jambi, Prof. Helmi, yang tahun lalu turut mendukungnya menjadi Visiting Professor di Korea University. Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan peneliti, keluarga, serta orang-orang terdekat yang selalu menjadi sumber semangat dalam perjalanan akademiknya.
Menutup perbincangan, Dr. Habibi berharap Jambi dapat melahirkan lebih banyak peneliti berkualitas di masa depan. “Semoga Jambi bisa terus melahirkan peneliti-peneliti muda yang berdaya saing global. Karena ilmu pengetahuan adalah cahaya, dan kita semua punya tanggung jawab untuk menjaganya tetap menyala,” pungkasnya dengan penuh makna.












