Jurnal1jambi.com,- Jambi – Di RT 16, Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia menjelma lebih dari sekadar pesta rakyat. Ia adalah panggung kebersamaan, tempat warga meneguhkan kembali persatuan yang kerap luluh oleh kesibukan dan perbedaan.
Firdaus, Ketua Panitia, menegaskan makna kemerdekaan bukan hanya dalam upacara bendera. Tahun ini, semangat diwujudkan lewat lomba rakyat: anak-anak memasukkan bendera ke botol, remaja menguji ketangkasan, ibu-ibu berlomba penuh tawa, hingga bapak-bapak yang serius beradu strategi domino. Semua terlibat, semua merasa memiliki.
Rumah Ketua RT 16, M. Arofah, menjadi pusat kegiatan. Halamannya disulap jadi arena lomba, sementara jalan menuju lokasi dirapikan dengan kerja bakti warga. Gotong royong bukan jargon di baliho, melainkan kerja nyata yang membuat kebersamaan terasa begitu hidup.

Tokoh masyarakat seperti Sujono menyebut perayaan ini penting untuk menjaga silaturahmi. Dukungan sponsor dari PT Azaria, Lip Group, Olympic Furniture, hingga Djarum, ditambah iuran warga, membuat kegiatan kian semarak. Kebersamaan tidak berhenti pada kata-kata, tapi diwujudkan dalam aksi kolektif.
Dari kalangan muda, suara Andre dan Bayu menjadi pengingat. Mereka menilai HUT RI kali ini sebagai momentum kebangkitan pemuda. “Sebelumnya kami pasif, tapi perayaan ini membuat kami aktif, berkumpul, dan kompak. Semoga semangat ini hidup setiap hari, bukan hanya di bulan Agustus,” ujar mereka.

Puncak kegiatan akan digelar Senin, 18 Agustus, dengan jalan santai, senam sehat, pembagian hadiah lomba, dan door prize. Semua warga, dari anak-anak hingga orang tua, turun bersama merayakan kemerdekaan dengan penuh energi dan kebersamaan.
HUT RI ke-80 di RT 16 bukan sekadar rangkaian lomba atau pesta rakyat. Ia adalah simbol ikatan sosial yang lahir dari gotong royong, dari suara tua hingga semangat muda, dari swadaya hingga dukungan sponsor. Di situlah makna merdeka dirawat: sederhana, membumi, tapi penuh daya hidup. (SH.Syah)












