Jurnal1jambi.com,- Jambi – Musim kemarau di Jambi selalu membawa bayang-bayang ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Senin (11/8/2025), Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc, selaku Pelaksana Harian (Plh.) Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, memimpin apel pemberangkatan pasukan Satuan Tugas Karhutla. Mereka akan ditempatkan di berbagai pos siaga di wilayah-wilayah rawan, membawa misi bukan hanya memadamkan api, tapi mencegahnya sebelum berkobar.
Apel yang digelar di Lapangan Makorem 042/Gapu ini diikuti oleh unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga perwakilan instansi terkait lainnya. Di balik barisan tegap para personel, tersimpan tekad bersama: melindungi hutan Jambi, menjaga kesehatan warga, dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Dalam amanatnya, Brigjen Heri Purwanto menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci. “Tugas kita bukan hanya memadamkan api, tapi mencegah sebelum api itu muncul,” ujarnya tegas. Pesan ini menegaskan bahwa strategi penanganan Karhutla tak boleh reaktif, melainkan proaktif dan terencana.

Danrem meminta setiap personel memahami tugas pokok dan fungsinya, menjaga komunikasi lintas unsur, serta bertindak cepat, tepat, dan terukur. Tidak ada ruang untuk kelengahan. Keselamatan personel dan peralatan harus menjadi prioritas, sementara pendekatan persuasif kepada masyarakat wajib dikedepankan demi membangun kesadaran kolektif.
“Karhutla bukan hanya soal kerusakan lingkungan, tapi juga ancaman terhadap kesehatan publik dan masa depan ekonomi daerah,” tambahnya. Pernyataan ini mengingatkan bahwa asap dan kabut bukan sekadar polusi udara, melainkan simbol kegagalan bersama jika pencegahan diabaikan.

Usai amanat, dilakukan pengecekan pasukan, kendaraan, dan perlengkapan operasional, termasuk penyerahan ransum logistik. Semua unsur dipastikan siap bergerak mengisi pos-pos Karhutla sesuai titik yang telah dipetakan. Setiap detail persiapan mencerminkan keseriusan dalam menghadapi ancaman yang selalu datang saban tahun.
Turut hadir dalam apel ini Dandim 0415/Jambi, Kalak BPBD Provinsi Jambi, Karoops Polda Jambi, pejabat Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kepala Daops Manggala Agni, Kepala Balai TNKS Provinsi Jambi, serta unsur stakeholder lainnya. Sinergi inilah yang menjadi kunci: ketika semua pihak bergerak bersama, api tak akan punya ruang untuk membakar Jambi.












