Jurna1jambi.com,—JAMBI – Pagi itu, Aula Lantai 4 Mapolda Jambi tak seperti biasanya. Derap langkah para pejabat utama memenuhi ruangan. Bukan untuk rapat koordinasi atau gelar perkara, melainkan untuk satu agenda penting: Pemeriksaan Kesehatan Berkala. Jumat, 8 Agustus 2025, menjadi momentum bagi Polda Jambi memastikan para perwira tinggi mereka tetap prima, lahir dan batin, dalam mengemban tugas negara.

Sejak pagi, Wakapolda Jambi Brigjen Pol M. Mustaqim, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Jannus Parlindungan Siregar, hingga jajaran Wadir Direktorat berdatangan. Satu per satu, mereka menjalani tahapan pemeriksaan yang terstruktur: mulai dari administrasi, pengecekan urine, pemeriksaan gigi dan mata, pengukuran tinggi serta berat badan, hingga tes treadmill yang menguji daya tahan fisik.

Tak berhenti di situ, pemeriksaan penunjang pun dilakukan. Rontgen untuk menilik kondisi organ dalam. EKG untuk merekam irama jantung. Semua ini bukan sekadar formalitas. Di balik rangkaian prosedur medis ini, tersimpan pesan sederhana namun tegas: pejabat yang sehat adalah pejabat yang siap menjalankan tugas.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Mulia Prianto, menegaskan tujuan dari kegiatan ini. “Pemeriksaan kesehatan berkala ini penting untuk memantau dan menjaga kondisi fisik personel, khususnya pejabat utama, agar selalu siap dan prima dalam melaksanakan tugas,” ujarnya. Pesan ini jelas—di tengah dinamika tugas kepolisian yang menuntut stamina tinggi, tubuh adalah aset utama.

Polda Jambi memahami, ancaman di lapangan bukan hanya soal kriminalitas, tetapi juga potensi kelelahan yang menggerogoti performa aparat. Dengan pemeriksaan rutin, risiko kesehatan dapat terdeteksi sejak dini. Para pejabat utama pun diingatkan bahwa kesiapan fisik adalah fondasi dari setiap langkah, keputusan, dan tindakan yang mereka ambil.

Hari itu, di Aula Lantai 4, suasana terasa berbeda. Tak ada ketegangan khas ruang penyidikan. Yang ada justru kepedulian. Sebuah pengingat bahwa di balik seragam dan pangkat, mereka tetap manusia—yang harus dijaga kesehatannya demi pengabdian tanpa henti untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Sehat untuk mengabdi, prima untuk melayani.

share this :