Jurnal1Jambi.com,- Merangin, 21/7/2025 – Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian nyata di tengah musim kemarau, TNI Polri tak tinggal diam. Sinergi antara Babinsa Koramil 420-06/Muara Siau dan Bhabinkamtibmas Polsek Muara Siau menjelma menjadi patroli terpadu yang tak sekadar berjalan, tetapi juga bicara dan mendengar. Dengan menyasar Desa Beringin Sanggul, Kecamatan Tiang Pumpung, keduanya menyuarakan perlawanan terhadap praktik pembakaran lahan yang masih membayangi daerah rawan.

Langkah ini bukan hanya reaktif, tapi preventif. Poster imbauan mereka bukan sekadar simbol larangan, melainkan alat komunikasi yang membuka ruang diskusi. Dari rumah ke rumah, dari persimpangan desa ke ladang terbuka, aparat menyampaikan satu pesan penting: membakar lahan bukan hanya melawan hukum, tapi juga mengkhianati masa depan lingkungan dan generasi mendatang.

“Kami tidak lelah mengingatkan. Sekali api menyala, bisa jadi ribuan hektar terbakar. Dan ketika udara menjadi racun, siapa yang bisa selamat?” ungkap Sertu Edi Susanto, dengan nada tegas namun penuh empati. Baginya, mencegah lebih dari sekadar menyelamatkan alam ini tentang menjaga hidup itu sendiri.

Bhabinkamtibmas Polsek Muara Siau menegaskan bahwa patroli ini adalah bukti konkret bahwa TNI dan Polri tidak bekerja sendiri. “Kami hadir untuk menguatkan peran masyarakat sebagai garda terdepan. Kewaspadaan warga bukan pelengkap, melainkan inti dari upaya pencegahan,” ujarnya. Sinergi ini bukan sekadar jargon institusi, tapi kenyataan yang dibangun dari bawah.

Respon warga cukup menggembirakan. Beberapa di antaranya mengaku baru kali ini memahami dampak karhutla secara komprehensif. “Selama ini kami anggap membakar itu cara cepat buka lahan. Tapi setelah dijelaskan, kami sadar itu cara cepat menghancurkan,” ucap seorang warga, dengan raut wajah yang mencerminkan pergeseran paradigma.

Patroli ini akan terus bergulir bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai upaya membangun kesadaran kolektif yang berakar dari edukasi, empati, dan aksi nyata. Karena menjaga hutan bukan tugas segelintir, tapi kewajiban bersama yang menentukan wajah masa depan Merangin.

share this :