Jurnal1jambi.com,- Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Jambi memanfaatkan plastik mulsa untuk mengoptimalkan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas budidaya tanaman, Senin (12/10/2026). Upaya yang dilakukan di lingkungan lapas ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan sekaligus mendukung pembinaan keterampilan pertanian bagi warga binaan.
Penggunaan plastik mulsa menjadi salah satu metode budidaya yang diterapkan untuk menjaga kondisi tanah agar lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Lapisan plastik tersebut membantu mempertahankan kelembapan, mengurangi pertumbuhan gulma, menjaga kestabilan suhu tanah, serta menekan penguapan air sehingga kebutuhan penyiraman dapat lebih efisien.
Selain menjaga kelembapan tanah, plastik mulsa berfungsi melindungi permukaan lahan dari pukulan air hujan secara langsung dan mengurangi percikan tanah ke bagian tanaman. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan area budidaya serta mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih optimal.
Pemanfaatan lahan pertanian ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan yang memiliki nilai produktif. Melalui praktik pertanian, warga binaan diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, mulai dari persiapan lahan hingga pemeliharaan tanaman.
Penerapan plastik mulsa sekaligus memperkenalkan penggunaan teknologi pertanian sederhana yang dapat menunjang efisiensi budidaya. Meski demikian, peningkatan hasil panen tetap bergantung pada sejumlah faktor lain, termasuk jenis tanaman, kondisi tanah, ketersediaan air, serta pemeliharaan selama masa pertumbuhan.
Program pertanian tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan lapas, baik melalui optimalisasi lahan maupun pengembangan keterampilan praktis warga binaan. Pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan pembinaan juga diharapkan menjadi bekal untuk membangun kemandirian setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi berupaya mengembangkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga pada kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Keberlanjutan program dan penerapan keterampilan pertanian dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dari tujuan pembinaan kemandirian tersebut. (Noval)













